LNG Abadi Masela Serap 12.000 Tenaga Kerja, Pemerintah Prioritaskan Warga Lokal

TANIMBAR, KOMPAS.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya akan menjadi prioritas dalam perekrutan tenaga kerja pada Proyek Abadi LNG Blok Masela.
Menurut Bahlil, kehadiran investasi bernilai ratusan triliun rupiah itu harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah proyek, termasuk melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
"Untuk ini kita akan juga prioritaskan warga Tanimbar dan Maluku Barat Daya untuk jadi pekerja di sini, saya utamakan tier 1 dulu,” kata Bahlil saat groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).
“Jangan sampai anak-anak daerah, investasi masuk tapi tidak diberdayakan, itu yang saya baca," imbuh Bahlil.
Bahlil menegaskan pemerintah tidak ingin masyarakat lokal hanya menjadi penonton di tengah masuknya investasi besar ke daerahnya.
Karena itu, pemerintah akan mendorong keterlibatan warga setempat dalam berbagai kebutuhan tenaga kerja selama pembangunan maupun saat proyek mulai beroperasi.
Berdasarkan proyeksi pemerintah, Proyek Abadi LNG Blok Masela diperkirakan menyerap hingga 12.000 tenaga kerja pada puncak fase konstruksi.
Setelah memasuki tahap operasi, proyek tersebut diperkirakan mempekerjakan sekitar 850 pekerja secara berkelanjutan.
Dari total kebutuhan tenaga kerja tersebut, sekitar 30 persen ditargetkan berasal dari masyarakat lokal di Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Selain membuka lapangan kerja, pemerintah berharap proyek tersebut turut meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan, peningkatan keterampilan, serta keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok proyek.
Proyek Abadi LNG Blok Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi sekitar 20–22 miliar dollar AS atau setara Rp300–330 triliun. Pemerintah menargetkan proyek ini mulai berproduksi pada periode 2029–2030.
Tentang Blok Masela
Blok Masela berada di Laut Arafura, sekitar 150 kilometer di selatan Pulau Masela, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Proyek ini dikembangkan INPEX Masela Ltd (65 persen), Pertamina Hulu Energi Masela (25 persen), dan Petronas Masela Sdn Bhd
Blok Masela jadi salah satu proyek gas terbesar di Indonesia.
Selain memperkuat ketahanan energi nasional, pengembangan Blok Masela diharapkan memberikan efek berganda bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, pertumbuhan UMKM, hingga pembangunan infrastruktur pendukung.
Artikel Terkait

Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Jadi 5.069 Jiwa
Korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang melanda Venezuela pada Juni lalu bertambah menjadi 5.0692026-07-29
Polisi Desak Jembatan Pajarakan Direhabilitasi Setelah Tol Prosiwangi Dibuka
Menurut Rifki, Jembatan Pajarakan merupakan urat nadi transportasi krusial yang berada di jalur nasi2026-07-29
Eri Cahyadi Cari Pelaku Pungli ke Pedagang CFD di Surabaya
Menurut Eri, perempuan yang diduga melakukan pungutan liar tersebut sudah tidak lagi beraksi.Koordin2026-07-29
Mimpi Inggris ke Final Piala Dunia Kandas Usai Ditaklukkan Argentina
Harapan Inggris untuk menjuarai Piala Dunia kandas setelah Argentina mencetak dua gol pada menit-men2026-07-29
Tinggi Muka Air Bendung Katulampa Bogor Turun hingga 0 Cm, Dasar Aliran Terlihat Jelas
Sejumlah anak-anak tampak duduk sambil berbincang di atas bebatuan di aliran Sungai Ciliwung.Sementa2026-07-29


Komentar Terbaru