Jadi Pendiri WAICO, Indonesia Tegaskan Tak Memihak China maupun AS Dalam Pengembangan AI

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) tidak berarti memihak China maupun Amerika Serikat (AS) dalam pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, keikutsertaan Indonesia di WAICO maupun kerja sama AI dengan AS memiliki orientasi yang berbeda sehingga tidak perlu dipertentangkan.
Airlangga menegaskan, Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan membuka kerja sama AI dengan berbagai negara, termasuk dengan AS.
"Sebetulnya ini bukan dua hal yang dipertentangkan, karena orientasi maupun prioritasnya agak berbeda.," ujar Airlangga saat konferensi pers virtual, Jumat (17/7/2026) malam.
Airlangga menjelaskan, kerja sama melalui WAICO lebih difokuskan pada pemanfaatan AI sebagai alat (tools) yang memberikan manfaat bagi berbagai sektor.
Sementara itu, kerja sama dengan AS melalui Pax Silica mencakup pengembangan ekosistem AI yang lebih luas, termasuk sektor digital.
Aspek pengembangan digital tersebut bahkan telah diakomodasi dalam Agreement on Reciprocal Tariff antara Indonesia dan AS yang memuat bab khusus mengenai ekonomi digital, termasuk AI.
"Dengan demikian, karena namanya terkait dengan AI adalah produk teknologi dan ini adalah merupakan tools yang sifatnya netral dalam tanda petik non-politik," tegasnya.
Dia menambahkan, keikutsertaan Indonesia sebagai salah satu negara pendiri WAICO bertujuan agar Indonesia tidak tertinggal dalam perkembangan AI global.
Sebab, AI akan menjadi salah satu teknologi yang mengubah berbagai sektor (game changer) sehingga Indonesia perlu terlibat sejak awal dalam pengembangan tata kelola maupun pemanfaatannya.
"Jadi dengan demikian kita bisa maju bersama-sama dengan berbagai negara lain," kata AIrlangga.
"Sebagai contoh Bapak Presiden di bulan Desember yang lalu juga sudah menginisiasi pengembangan ekosistem semikonduktor dengan menggandeng ARM daripada Inggris. Sehingga Indonesia sebetulnya dalam pengembangan digitalisasi maupun ekosistem digital ini melakukan kebijakan yang sifatnya multi-source," sambungnya.
Artikel Terkait

Cewek Open BO yang Peras ASN di Medan Kerap Ganti Foto di Aplikasi
ASN BPN Nias berinisial AL diduga tewas usai melompat dari lantai 12 Apartemen Skyview Medan karena2026-07-29
Meski Kalah di Final Piala Dunia 2026, Presiden Argentina Siapkan Hari Libur Khusus
Sang Presiden Argentina, yang memilih absen menonton langsung ke stadion di New Jersey karena alasan2026-07-29
Wamendagri Bima Arya Minta Gubernur Perkuat Koordinasi hingga Integritas
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto meminta para gubernur memperkuat koordinasi, menjaga2026-07-29
Hujan Deras Picu Banjir di Tapteng Sumut, 200 KK Terdampak
Banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah . Sebanyak 200 kepala kelu2026-07-29
Pilih Rasuna Said Dibanding Bundara HI untuk CFD, Warga: Lebih Sepi, Lebih Fokus Olahraga
Sejumlah warga mengaku lebih memilih berolahraga di area Car Free Day (CFD) Jalan H.R. Rasuna Said,2026-07-29


Komentar Terbaru