Iran Lanjutkan Pembicaraan dengan Mediator untuk Cegah Eskalasi

Pemerintah Iran mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pembicaraan dengan para mediator dari Pakistan, Qatar, dan Oman, dalam upaya mencegah eskalasi lebih lanjut dalam konflik dengan Amerika Serikat .
"Peran para mediator adalah melanjutkan upaya-upaya mereka untuk mencegah eskalasi ketegangan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Senin .
AS kembali melancarkan serangkaian serangan terhadap target-target Iran pada Senin waktu setempat, untuk hari kedua berturut-turut. Serangan militer ini diklaim oleh Washington untuk merespons serangan yang diyakini dilancarkan Teheran terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Rentetan serangan terbaru AS itu mendorong Iran menargetkan negara-negara tetangganya di kawasan Teluk, serta di Yordania, sebagai pembalasan.
Iran memperingatkan bahwa pihaknya tidak akan lagi mematuhi nota kesepahaman yang ditandatangani dengan AS pada pertengahan Juni lalu, jika Washington gagal memenuhi komitmennya untuk mengakhiri perang.
"Setiap kali pihak lain gagal memenuhi kewajibannya, kami pun tidak menjalankan kewajiban kami... Kami akan terus bertindak demikian," tegas Baghaei dalam konferensi pers terbaru di Teheran, menyusul rangkaian permusuhan terbaru antara kedua negara.
Baghaei menekankan bahwa Iran sedang berupaya menyepakati mekanisme bersama dengan Oman terkait Selat Hormuz. Namun, tekanan AS terhadap Oman telah menghambat upaya tersebut.
Pertempuran yang kembali pecah antara Iran dan AS, setelah gencatan senjata yang rapuh sejak April, berpusat pada klaim yang saling bertentangan atas Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang penting bagi pasokan energi global.
Korps Garda Revolusi Islam Iran mengumumkan baru-baru ini bahwa Selat Hormuz kini "ditutup". Namun, AS menegaskan bahwa jalur perairan vital itu tetap terbuka untuk lalu lintas maritim dan tidak dikendalikan oleh Iran.
Para mediator telah berupaya menyelamatkan solusi diplomatik untuk mengakhiri perang, setelah Presiden AS Donald Trump pekan lalu menyatakan gencatan senjata telah berakhir.
Pakistan, mediator utama dalam negosiasi Iran-AS, melalui pernyataan Kementerian Luar Negerinya, menyatakan "keprihatinan mendalam atas peningkatan ketegangan regional".
Sementara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan-serangan AS telah "menyebabkan kembalinya ketidakamanan di Selat Hormuz" dan "telah membuat semua upaya sia-sia" dalam membangun perdamaian di kawasan tersebut.
Simak Video 'AS Kerahkan Pesawat, Kapal hingga Drone untuk Serang Iran':
[Gambas:Video 20detik]
Artikel Terkait

Melihat Perjuangan Guru di Sukabumi, Lintasi Sungai Pakai Perahu Karet akibat Jembatan Putus
Guru dan murid di Sukabumi masih berjuang dengan susah payah untuk bisa sampai ke sekolah karena ket2026-09-12
INPEX Sebut Blok Masela Simbol Kemajuan Indonesia
TANIMBAR, KOMPAS.com – Operator Proyek Abadi LNG Blok Masela, INPEX Corporation, menyebut dimu2026-09-12
3 Zodiak yang Disebut Paling Beruntung pada 21 Juli 2026, Ada Scorpio
Zodiak beruntung 21 Juli1. GeminiGemini disebut menjadi salah satu zodiak yang berpotensi memperoleh2026-09-12
Kemeriahan Pelajar dan Emak-emak Sambut Kedatangan Prabowo di Malang
Kedatangan Presiden Prabowo Subianto di kawasan Lanud Abdulrachman (Abd) Saleh, Kecamatan Pakis, Kab2026-09-12
Capai Final Piala Dunia 2026, Messi Tepis Isu Argentina Dibantu FIFA
Messi Tepis Argentina Dibantu FIFADilansir dari Metro, Lionel Messi tak mengindahkan hal tersebut da2026-09-12
Hutan Lindung di Bali Utara Terbakar, Pemadaman Terkendala Medan Terjal
Pemadaman Terkendala MedanTim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali2026-09-12

Komentar Terbaru