Di DPR, Kepala Perpusnas Keluhkan Anggaran Turun Ganggu Program Literasi

Kepala Perpustakaan Nasional RI E. Aminudin Aziz mengeluhkan penurunan anggaran yang drastis. Ia mengatakan, akibat penurun itu, program literasi pun terganggu.
"Bahwa betul dengan penurunan anggaran yang sangat drastis, pekerjaan yang terkait dengan literasi itu menjadi terganggu," kata Aminudin saat rapat dengar pendapat bersama Komisi X DPR, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis .
Ia memberi contoh terkait program pembagian buku ke setiap desa, taman baca masyarakat, hingga puskesmas. Dia mengatakan program yang disambut positif oleh masyarakat itu tidak bisa lagi dilakukan pada 2026.
"Tahun 2026 ini tidak bisa kami kerjakan karena tidak ada uangnya," imbuh dia.
Tak hanya itu, ia mengatakan rencana pembangunan fisik, renovasi, hingga pembelian perlengkapan juga tidak bisa dilakukan. Jadi, kata dia, rencana menggerakkan literasi lebih masif lagi tak bisa terealisasi.
"Nah, ini apa, menjadikan rencana kita untuk menggerakkan literasi lebih masif ini tidak bisa kita kerjakan," ujar dia.
Aminudin mengatakan pihaknya juga sudah menyampaikan ini kepada Bappenas. Dia bahkan meminta agar target diturunkan karena dana yang tidak memadai.
"Tidak mungkin dengan anggaran besar tercapai, dengan anggaran kecil tetap tercapai. Jadi ya sudah saja dikasih kecil, ngapain buat besar, kan gitu. Nah, logika ini tentu tidak bisa kita terima karena bagaimanapun kalau tidak ada penurunan target, ya kami tidak akan bisa mencapai target-target yang sudah ditetapkan," tutur dia.
"Oleh karena itu, kami melakukan negosiasi dengan Bappenas supaya ada penurunan angka-angka target. Dan ini diskusi terus dilakukan dan ini terjadi penurunan-penurunan itu. Maka ketika kita bicara tentang target-target tadi, itu sebetulnya adalah target-target yang sudah disepakati untuk terjadi penyesuaian," lanjutnya.
Aminudin mengatakan pada 2025 Perpusnas mendapatkan anggaran lebih dari Rp 721,6 miliar. Anggaran itu, lanjut dia, juga sempat diblokir Rp 132 miliar sehingga anggaran yang bisa dipakai hanya Rp 589,5 miliar.
"Nah, sepanjang tahun 2025 itu kami mendistribusikan anggaran itu ke unit-unit kerja, lalu terealisasi anggaran sebesar Rp 583,2 miliar dan ini setara dengan 98,93%," pungkas dia.
Simak juga Video 'Gen Z dan Alpha Dominasi iPusnas, Tren Baca Digital Nanjak Terus':
[Gambas:Video 20detik]
Artikel Terkait

Densus Pastikan Pelaku Teror Bom di SDN Jaksel Tak Terkait Jaringan Teroris
Densus 88 Antiteror Polri turut menyelidiki kasus pria berinisial MY yang mengirim ancaman teror bo2026-07-29
Great Stink: Saat Bau Tengik Menyelimuti London
Sungai Thames pernah berbau busuk parah hingga membuat warga kesulitan bernafas. Mereka yang mampu,2026-07-29
Hotman Paris Sebut Kasus ASABRI Mulai Sebelum Febrie Adriansyah Jadi Jampidsus
Hotman Paris sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah mempertanyakan status kliennya yang ditetapkan se2026-07-29
Keluarga Nilai Vonis Pembunuh Kacab Bank BUMN Belum Adil, Berharap Jaksa Banding
"Kalau dari keluarga, kami sebagai penasihat hukum keluarga, ini belum adil. Jadi tidak maksimal lah2026-07-29
Ada Konser Akbar di Monas, Penumpang 13 KA Ini Bisa Naik dari Jatinegara
PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta memberikan fasilitas pemberhentian tambahan bagi2026-07-29


Komentar Terbaru